Kamis, 19 November 2015

makalah finger painting kelompok 4



Kata Pengantar
Puji syukur hanyalah untuk Allah SWT, shalawat serta salam semoga tetap tercurahkan kepada junjungan kita Nabi besar Muhammad SAW.
Alhamdulilah akhirnya kami bisa menyelesaikan makalah tentang “Teknik Finger Painting Dan Kolase Dalam Seni Rupa” dari berbagai media kami mencari informasi sebaik-baiknya agar dapat di pelajari dengan sebaik-baiknya. semoga dengan adanya tambahan materi ini bisa menambah wawasan/pengetahuan kita tentang estetika keindahan dalam seni . Ada suatu kalimat “Hakikat belajar adalah mempelajari sesuatu yag belum pernah diketahui” , maka melalui makalah ini kita bisa mempelajari apa yang sekiranya perlu dipelajari.
kami mohon maaf apabila terdapat kesalahan kata-kata yang kurang berkenan dan kami memohon kritik dan saran yang membangun demi perbaikan di masa depan.
                                                                       
                                                            Tulungagung, 05 oktober 2015

 (penulis)







DAFTAR ISI
Kata pengantar................................................................................................. 1
Daftar isi........................................................................................................... 2
BAB I PENDAHULUAN.............................................................................. 3
1.1 Latar Belakang........................................................................................... 3
1.2 Rumusan Masalah....................................................................................... 4
1.3 Tujuan......................................................................................................... 4
BAB II PEMBAHASAN............................................................................... 5
2.1 Pengertian Finger Painting......................................................................... 5
2.2 Teknik-teknik finger painting..................................................................... 6
2.3 Pengertian Kolase....................................................................................... 8
2.4 Teknik-teknik Kolase.................................................................................. 9
BAB III PENUTUP....................................................................................... 13
3.1 Kesimpulan................................................................................................. 13
3.2 Saran........................................................................................................... 13
Daftar Pustaka.................................................................................................. 14







BAB I
PENDAHULUAN

1.1  LATAR BELAKANG
Membuat karya seni merupakan wujud ekspresi dari suatu ide atau gagasan. Ide adalah hasil pemikiran yang berawal dari suatu inspirasi atau imajinasi, gambaran tertangkap melalui ruang imajinasi seseorang dapat terwujud kan dalam bentuk karya seni. Disini kami akan membahas mengenai teknik-teknik dalam berkarya seni rupa salah satunya adalah finger painting dan kolase. Finger painting adalah suatu karya seni dengan cara bermain coretan , berkreasi mengunakan tangan dan cat, ini biasanya sering dilakukan oleh anak –anak karena mereka sangat suka bermain mengunakan jari-jari mereka. melukis menggunakan jari selalu menjadi aktifitas yang menyenangkan. Sedangkan pengertian tentang kolase adalah sebuah cabang dari seni rupa yang memiliki komposisi yang dibuat dari berbagai bahan seperti kertas, kain, kaca , logam, kayu dan lainnya yang ditempelkan pada permukaan gambar. Kolase ini termasuk karya seni dua dimensi yang menggunakan berbagai macam paduan bahan. Teknik-teknik ini mudah untuk di pelajari , tidak begitu sulit karena biasanya teknik ini di terapkan guru kepada siswa didiknya terutama pada tingkatan taman kanak-kanak, apalagi para seniman juga sangat kreative dalam memadu padankan warna dan trik-trik agar tampak lebih indah dan memiliki nilai seni yang tinggi. Setidaknya banyak anak-anak yang sudah di bekali tentang cara atau teknik semacam ini , sehingga mereka tidak akan canggung dengan kata-kata tersebut. sebelum melanjutkan ke pembahasan berikutnya bukankah kalian sudah bisa membayangkan bagaimana kolase maupun finger painting tersebut ? dengan sedikit pembahasan yang diuraikan diatas.
Setelah diuraikan sedikit tentang apa itu makna finger painting dan kolase, dalam makalah ini kami akan membahas lebih terperinci tentang bagaimana teknik-teknik dalam pembuatan nya dan juga penjelasannya.

1.2 Perumusan Masalah
a. apa pengertian dari finger painting ?
b. bagaimana teknik-teknik dalam penerapan finger painting ?
c. apa pengertian dari kolase ?
d. bagaimana teknik-teknik penerapan kolase?

1.3 Tujuan
Adakah tujuan dari penulisan makalah ini adalah :
a.       Mengetahui pengertian tentang finger painting
b.      Memahami teknik-teknik dalam menerapkan finger painting
c.       Mengetahui pengertian tentang kolase
d.      Memahami teknik-teknik dalam penerapan kolase










BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Finger Painting
Finger Painting berasal dari bahasa Ingris, Finger artinya jari sedangkan Painting artinya melukis. Jadi Finger Painting adalah melukis dengan jari. Ada beberapa pengertian finger painting menurut para ahli, yaitu : Menurut Gazali Solahudin ( 2008), Finger painting adalah teknik melukis dengan mengoleskan kanji pada kertas atau karton dengan jari atau telapak tangan.dalam aktifitas ini dapat digunakan berbagai media dan warna, dapat menggunakan tepung kanji, adonan kue, pasir dan sebagainya. Aktifitas ini penting dilakukan sebab akan memberikan sensasi pada jari sehingga dapat merasakan control jarinyadan membentuk konsep gerak membuat huruf.  Menurut Wtarsono ( 2009), Finger Painting adalah melukis dengan jari, melatih pengembangan imajinasi, memperhalus kemampuan motorik halus, dan mengasah bakat seni, khususnya seni rupa. Dalam aktifitas Finger Painting ini dapat digunakan berbagai media dan warna, dapat menggunakan tepung kanji, adonan kue, pasi dan sebagainya. Menurut LIM Imandala (2007 : 11) Aktifitas ini penting dilakukan sebab akan memberikan sensasi pada jari sehingga dapat merasakan kontrol gerakan jarinya dan membentuk konsep gerak membuat huruf.
Untuk melatih koordinasi tangan dan matanya, selain kesempatan berlatih menggambar, anda juga dapat melatih si kecil melalui kegiatan-kegiatan sederhana seperti Finger Painting atau menulis dengan jari diatas karton. Jari jemari anak menggoreskan cairan warna-warni di atas selembar kertas.Goresan jari- jemari mungil itu akhirnya menghasilkan sebuah karya lukisan abstrakyang penuh warna.Bahan yang digunakan ini adalah tepung kanji yang dicampur dengan pewarna.Kegiatan ini merupakan salah satu metode yang bermanfaat untuk merangsang atau menstimulan motorik anak.


2.2 TEKNIK-TEKNIK MELUKIS DENGAN JARI (FINGER PAINTING)
Finger painting merupakan seni melukis dengan jari. Kegiatan finger painting sangat cocok dikenalkan pada anak usia dini. Permainan ini bisa melatih motorik dan kreatifitas anak. Tidak ada teknik khusus dalam finger painting karena kegiatan ini merupakan cara ekplorasi dan ekspresi diri atas rasa estetika. Cukup menggunakan jari tangan sebagai media dalam melukis.
Bermain dengan finger
painting sangat disukai anak-anak, karena anak-anak suka warna. Mereka akan melakukan eksplorasi pada warna. Ini untuk melatih motorik anak. Finger painting merupakan cara awal melukis menggunakan alat lukis yang lain. Yang perlu diingat dalam finger painting, gunakan pewarna yang aman.Bisa menggunakan pewarna makanan. Pembuatan lukisan dengan finger painting bebas layaknya seorang pelukis bisa melukis objek apa saja. Berbagai bentuk objek dapat diwujudkan dengan finger painting.
Salah satu contoh gambar dari finger painting :
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj89RnuqLp68GJsmFQrtRYgCVyDl1PlRdtpNBLYENRft4ma8VQ62ROZ4_i8vwnXZngDHjLDKOhnSG9tj5TZZUZY8nrScNkIwFcE3C39rnqN9bkZCaEhfmm1dCpz9lC7ZV6ILrFFIHHwOnnN/s1600/painting2.jpg






Pewarnaan finger painting terdapat dua cara:
  • Menyiapkan warna-warni dari warna khusus yang ingin kita gunakan seperti: jingga ungu, hijau
  • Menyiapkan warna-warna asli yaitu merah, kuning, biru, putih, hitam
Karena finger painting ini sering di terapkan pada anak-anak , maka disini ada beberapa manfaat finger painting bagi anak-anak, Pada anak, lebih baik disiapkan warna-warna utama yaitu pada pewarnaan yang kedua karena mereka akan belajar sendiri mengenai warna dan dapat bereksplorasi sendiri. Anak akan mengetahui sendiri jika warna-warna tadi tercampur akan menghasilkan warna apa saja. Anak-anak akan belajar sendiri dari pengalamannya. Sebaiknya bermain finger painting menggunakan kertas putih yang agak tebal dan halus sehingga warna bisa menyebar dengan merata.Pewarnaan latar belakang dimulai dari warna terang dahulu selanjutnya warna yang lebih gelap dan semakin gelap. Sebaliknya untuk melukis objek dimulai dari warna yang gelap selanjutnya ke warna yang makin terang.

Adapun manfaat finger painting bagi tumbuh kembang anak antara lain :
1.Melatih motorik halus pada anak yang melibatkan otot-oto kecil dan kematangan syaraf,karena pada ujung ujung jari anak terdapat sensor yang berhubungan dengan otak.Dengan finger painting ujung-ujung jari anak akn banyak bergerak dan bergesekan denga cat dan media lukisnya.
2. Sebagai media ekspresi emosi anak,anak akan menuangkan ekspresi jiwanya dengan warna warna yang sesuai dengan kondisi emosionalnya (ini bila anak diberi kesempatan melukis secara bebas,tidak ditentukan motif dan warnanya )
3.Mengenalkan anak pada konsep warna primer,lebih jauh lagi memberi kesempatan pada anak untuk bereksperiment tentang pencampuran warna sehingga menghasilkan warna sekunder.
4.Mengembangkan dan mengenalkan estetika anak tentang keindahan warna dan bentuk.
5.Meningkatakan daya imajinasi dan kreatifitas anak.
6.Mengurangi sifat hiperaktifitas pada anak penderita autis dan hiperaktif.
7.Meningkatkan koordinasi mata dan tangan
8.Membantu anak untuk lebih rileks di sela-sela aktifitas yang padat.



2.3 Pengertian Dari Kolase
Kolase adalah sebuah karya seni terdiri dari sejumlah bahan, seperti kertas, kertas koran, foto, pita atau benda lainnya yang ditempelkan di latar belakang, seperti kertas polos. Kolase juga dapat dibuat dengan bahan fisik atau gambar elektronik yang ditempel di latar belakang digital. Berasal dari bahasa Perancis “coller” yang berarti “mengelem”, kolase memungkinkan kalian untuk bereksperimen dengan bermacam-macam bahan untuk hasil akhir yang menakjubkan. Semua kegiatan adalah merupakan ‘perakitan’ beraneka bahan dasar menjadi sebuah karya seni.Misalnya, merakit dan merekatkan kertas, kayu, metal, barang-barang bekas, bahkan sampah ke dalam media hiasan dinding.Begitu pula, semua media lukisan yang ditambahi dan ditempeli asesoris berbagai bentuk benda sesuai aslinya.
Kendati seni kolase berlawanan sifatnya dengan seni lukis, pahat, atau cetak dan seni kriya lainnya, yakni berupa karya yang dihasilkan tidak lagi memperlihatkan bentuk asal material yang dipakai seni lukis, misalnya, dari kanvas putih menjadi lukisan yang berwarna-warni.
Dalam seni kolase, bentuk asli dari material yang digunakan harus tetap terlihat, jadi kalau menggunakan kerang-kerangan atau potongan-potongan foto, benda bekas, material tersebut harus masih dapat dikenali bentuk aslinya walau sudah dirakit menjadi satu kesatuan.  Kolase baik untuk anak-anak seni kolase di perkenalkan kepada anak-anak sekolah TK dan SD melalui aktivitas menghias-hiasi dinding dengan biji-bijian atau potongan perca. Kolase kaya akan unsur pendidikan yang komplet bagi perkembangan otak anak, diantaranya bermain dan berkreasi, belajar mengenal bentuk geometris dan warna , melatih kemampuan motorik halus dan lain-lain.
Selain itu, manfaat kolase dapat dirasakan sekali untuk:
  1. Membantu kemampuan berbahasa dengan jalan anak bisa menjelaskan makna di balik hasil karyanya kepada guru/orang tua.
  2. Melatih kepekaan estetis
  3. Berempati pada barang-barang yang sudah tidak dipakai lagi.
2.4 TEKNIK-TEKNIK DALAM PENERAPAN KOLASE
1.Kumpulkan bahan yang dibutuhkan untuk membuat kolase. Berikut adalah bahan yang bisa digunakan:
  • Gunakan karton, kertas fotokopi, kantong kertas, kertas tisu, kertas bercorak, kertas buatan tangan, dll.. Kertas yang digunakan bisa halus atau keras, atau campuran keduanya.
  • Gunakan potongan majalah atau kertas koran. Majalah mode atau berita memiliki beberapa gambar yang cocok untuk dibuat kolase. Kertas koran dapat menambah tekstur yang menarik kepada kolase; namun tintanya terkadang dapat luntur.
  • Cari potongan kertas dinding yang sudah lama. Anda mungkin memiliki sisa-sisanya di lemari, atau Anda dapat membeli potongan-potongan kecil di toko kertas dinding.
  • Gunakan kertas timah dan perekat yang berbeda-beda. Gunakan kertas aluminium dari dapur, atau perekat berwarna.
  • Make a Collage Step 4.jpgGunakan foto. Menggunting gambar dari foto-foto lama dapat memberikan kesan retro pada kolase. Namun pastikan Anda tidak menggunting foto satu-satunya yang mungkin masih berguna di kemudian hari.







2.Lipat, gunting atau sobek kertas menjadi bentuk yang berbeda-beda.Anda dapat menggunakan gunting atau pisau kerajinan tangan untuk membuat bentuk yang berbeda.Jika tidak, Anda dapat menyobek kasar di ujung potongan kertas untuk memberikan tekstur atau bentuk yang kurang teratur.
  • Gunting seluruh gambar, bagian yang dapat dikenali, atau secukupnya untuk membuat tekstur, warna, atau perasaan yang membangkitkan.
  • Make a Collage Step 5.jpgUntuk membuat kata-kata, gunting huruf dari sumbernya dengan fonta yang berbeda-beda.






3.Munculkan sebuah tema.Anda mungkin sudah memiliki tema, atau mungkin baru tebersit saat Anda mengumpulkan bahan-bahan.Apa pun itu, buatlah kolase Anda berdasarkan ide atau gambar utama.
4.Pertimbangkan untuk menambah ornamen.Walau tidak penting, ornamen dapat membuat kolase menjadi lebih baik dengan menambahkan kedalaman, minat, dan kilau.Gunakan pita, manik-manik, tali, bulu atau kain di kolase kertas.Temukan barang-barang ini di sekitar rumah, atau beli dari toko kerajinan tangan.

5.Tetapkan apa yang akan ditempel di kolase Kalian .kalian  dapat menggunakan secarik kertas, karton atau bagian kardus, contohnya.Apa pun yang Anda pilih, pastikan bahan itu cukup kuat untuk menahan beberapa lapis bobot dan mudah untuk dipajang.
6.Kumpulkan semua potongan sebelum ditempelkan. Walaupun bersifat opsional, Anda sebaiknya mencobanya terlebih dahulu semua yang akan Anda letakkan di kolase, sebarkan untuk merancang kolase sebelum membuatnya. Letakkan di permukaan yang lebar seperti meja atau lantai. Susun barang-barang tersebut, dimulai dari latar belakang dan terus sampai ke depan. Ini dapat memberikan Anda gambaran seperti apa hasil akhirnya sebelum menempelnya. Jika Anda ingin mengingatnya dengan tepat, jepretlah percobaan tersebut. Ide-ide untuk kolase.
Make a Collage Step 9.jpg








7.Lem kolase. Mulailah dari latar belakang dan terus ke depan, lem potongan-potongan kolase ke dasarnya. Gunakan lem putih biasa, lem stik atau semen karet, dan bekerjalah dengan tepat.
  • Cobalah untuk menyusun kolase di satu potongan yang menurut Anda terlihat mencolok atau menarik.
  • Ingatlah bahwa tidak semua potongan harus ditempel merata. Anda dapat meremas atau melipat untuk mendapatkan tekstur yang berbeda.


Make a Collage Step 10.jpg





8.Biarkan kolase mengering. Kolase kini berisi beberapa lapis lem.Berikan waktu yang cukup agar dapat mengering.
  • Untuk kolase kecil, sekitar satu jam akan cukup.
  • Untuk kolase besar, Anda harus mendiamkannya semalaman atau menggunakan kipas angin dengan tiupan yang sangat lambat.









BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Finger painting adalah suatu karya seni dengan cara bermain coretan , berkreasi mengunakan tangan dan cat, ini biasanya sering dilakukan oleh anak –anak karena mereka sangat suka bermain mengunakan jari-jari mereka. melukis menggunakan jari selalu menjadi aktifitas yang menyenangkan. Sedangkan pengertian tentang kolase adalah sebuah cabang dari seni rupa yang memiliki komposisi yang dibuat dari berbagai bahan seperti kertas, kain, kaca , logam, kayu dan lainnya yang ditempelkan pada permukaan gambar. Kolase ini termasuk karya seni dua dimensi yang menggunakan berbagai macam paduan bahan.
3.2 Saran
Demikian makalah yang kami buat, semoga dapat bermanfaat bagi kalian pembaca. Apabila ada kritik dan saran yang ingin disampaikan, kami dengan sangat senang akan menerimanya. terimakasih







DAFTAR PUSTAKA


3.      Sumber : buku guru tematik kelas IV tema


Tidak ada komentar:

Posting Komentar